Glosarium Desain Rumah
Glosarium ini berisi istilah-istilah penting dalam dunia desain rumah yang mencakup gaya desain, elemen fasad, interior, eksterior, material, pencahayaan, tata ruang, hingga istilah teknis yang sering digunakan dalam proses perencanaan dan pembangunan rumah.
A
Accent Wall
Dinding utama dalam sebuah ruangan yang dibuat berbeda dari sisi warna, tekstur, motif, atau material untuk menjadi titik fokus visual.
Aksen
Elemen dekoratif yang digunakan untuk memperkuat karakter visual suatu ruangan atau bangunan.
Art Deco
Gaya desain yang populer pada tahun 1920–1930 dengan ciri bentuk geometris, garis tegas, warna mewah, dan detail dekoratif elegan.
Atap Pelana
Jenis atap dengan dua bidang miring yang bertemu pada satu garis puncak/garis lurus yang disebut bubungan.
Atap Perisai
Bentuk atap yang memiliki empat bidang miring, yang semuanya bertemu di satu titik puncak (jika bujur sangkar) atau pada garis bubungan pendek.
Atap Limas
Model atap dengan empat sisi miring yang bertemu di satu titik puncak.
Atrium
Area terbuka di tengah bangunan yang biasanya digunakan untuk pencahayaan dan sirkulasi udara alami.
B
Balkon
Area terbuka yang menonjol dari lantai atas bangunan dan biasanya dilengkapi pagar pembatas.
Balustrade
Pagar pembatas dekoratif pada balkon, tangga, atau teras.
Basement
Lantai bangunan yang berada di bawah permukaan tanah.
Bata Ekspos
Gaya dinding dimana susunan batu bata dibiarkan terlihat tanpa dilapisi plester atau acian, sering digunakan untuk gaya industrial atau rustik.
Bay Window
Jendela yang menonjol keluar dari dinding bangunan untuk memberikan ruang tambahan dan pencahayaan lebih maksimal.
Biophilic Design
Pendekatan desain yang mengintegrasikan elemen alam-tanaman, air, material alami, dan cahaya matahari-ke dalam ruang interior untuk meningkatkan kesejahteraan penghuni.
Bohemian Style
Gaya interior yang identik dengan kebebasan berekspresi melalui warna, motif, tekstur, dan dekorasi yang artistik.
Built-in Furniture
Perabot yang dirancang menyatu dengan struktur bangunan.
C
Canopy
Struktur peneduh tambahan pada area teras, carport, atau jendela.
Cantilever
Struktur yang menonjol secara horizontal tanpa penyangga di ujungnya, memberikan kesan mengapung pada balkon, tangga, atau meja.
Carport
Area tertutup atau semi terbuka yang biasanya berada di bagian depan atau samping rumah, dirancang khusus untuk parkir kendaraan.
Ceiling
Bagian plafon atau permukaan atas interior ruangan.
Ceiling Coffer
Serangkaian kotak atau panel dekoratif yang tertanam pada langit-langit, menambah kedalaman visual dan kesan kemewahan pada ruangan.
Cladding
Lapisan tambahan pada dinding eksterior untuk estetika dan perlindungan.
Color Blocking
Teknik dekorasi dengan menempatkan bidang-bidang warna solid yang kontras secara berdampingan untuk menciptakan komposisi visual yang berani.
Contemporary Style
Gaya desain modern yang mengikuti tren masa kini dengan tampilan bersih dan minimalis.
Cottagecore
Estetika desain yang terinspirasi dari kehidupan pedesaan Eropa, menampilkan elemen floral, kayu alami, dan nuansa hangat yang nyaman.
Corner Window
Jendela yang ditempatkan pada sudut bangunan untuk memperluas pandangan dan pencahayaan.
Crown Molding
Profil dekoratif yang dipasang di pertemuan antara dinding dan langit-langit, memberikan transisi yang halus dan kesan keanggunan klasik.
D
Dak Beton
Konstruksi lantai atau atap datar yag terbuat dari campuran beton bertulang.
Dapur Galley
Tata letak dapur dengan dua baris meja kerja sejajar yang berhadapan, efisien dalam penggunaan ruang sempit.
Deck
Lantai area luar ruangan yang biasanya menggunakan material kayu atau komposit.
Decluttering
Proses membuang atau menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan untuk menciptakan ruang yang lebih rapi, lega, dan fungsional.
Dormer
Jendela yang menonjol dari permukaan atap miring, biasanya ditemukan pada loteng atau lantai atas, menambah cahaya dan ruang kepala.
Drop Ceiling
Plafon sekunder yang digantung di bawah plafon utama struktural, seringkali digunakan untuk menyembunyikan instalasi kabel, pipa, atau untuk tujuan estetika dan pencahayaan (indirect lighting).
Duplex House
Rumah dua lantai atau dua unit hunian yang menyatu dalam satu bangunan.
E
Earth Tone
Palet warna alami seperti cokelat, krem, abu tanah, dan hijau zaitun.
Electic
Gaya desain yang dengan sengaja memadukan elemen dari berbagai periode, budaya, dan gaya yang berbeda menjadi satu komposisi yang harmonis.
Elevasi
Tampilan sisi luar bangunan dari sudut tertentu.
En-suite Bathroom
Kamar mandi pribadi yang terhubung langsung dengan kamar tidur.
Entrance
Area pintu masuk utama bangunan.
Ergonomis
Desain yang mempertimbangkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan manusia.
F
Facade (Fasad)
Tampak luar atau tampilan depan atau sisi luar bangunan yang menjadi identitas visual rumah.
Feature Wall
Dinding dekoratif yang dibuat menonjol sebagai elemen utama interior. Dinding ini difungsikan sebagai pusat perhatian dalam sebuah ruangan melalui perlakuan khusus seperti warna berbeda, tekstur, mural, atau material premium.
Floating Staircase
Tangga dengan tampilan melayang tanpa penyangga terlihat jelas.
Flooring
Material penutup lantai seperti keramik, vinyl, kayu, atau marmer.
Focal Point
Titik perhatian utama dalam desain ruangan.
Foyer
Ruang masuk atau lorong pertama yang dijumpai saat memasuki sebuah rumah atau bangunan berfungsi sebagai transisi antara luar dan dalam.
G
Garden House
Konsep rumah yang mengintegrasikan taman sebagai elemen utama desain.
Geleri Seni Mini
Area dalam rumah yang dirancang khusus untuk memajang koleksi seni, foto, atau objek dekoratif dengan pencahayaan dan penataan yang terencana.
Gazebo
Struktur bangunan terbuka tanpa dinding yang biasanya diletakkan di taman atau halaman luas sebagai tempat bersantai.
Glass House
Konsep rumah dengan dominasi material kaca.
Granit
Material batu alam yang sering digunakan untuk lantai dan countertop.
H
Hamptons Style
Gaya interior yang terinspirasi dari rumah-rumah di Hamptons, New York, dengan palet warna putih dan biru laut, material linen, dan nuansa resor pantai yang elegan.
High Ceiling
Desain plafon tinggi untuk menciptakan kesan luas dan mewah.
Home Office
Ruang kerja khusus di dalam rumah.
Homy
Kesan nyaman dan hangat dalam sebuah ruangan.
I
Industrial Style
Gaya desain dengan tampilan ekspos material seperti beton, besi, dan bata.
Interior
Bagian dalam bangunan yang mencakup tata ruang, furnitur, pencahayaan, dan dekorasi.
Island Kitchen
Meja tambahan di tengah dapur yang berfungsi sebagai area kerja atau makan.
J
Japandi Style
Desain yang memadukan gaya Jepang dan Skandinavia yang menonjolkan kesederhanaan, fungsi, dan nuansa alami.
Jalusi
Jenis jendela atau pintu dengan elemen ventilasi berupa kisi-kisi atau bilah-bilah horizontal atau vertikal yang dapat diputar untuk mengontrol sirkulasi udara dan cahaya masuk.
Jendela Bovenlight
Jendela kecil yang biasanya terletak di atas pintu atau jendela utama, berfungsi sebagai ventilasi udara dan pencahayaan alami tanpa perlu membuka jendela utama.
K
Kanopi
Atap tambahan yang berdiri sendiri atau menempel pada bangunan utama, berfungsi melindungi area di bawahnya (seperti teras atau carport) dari cuaca.
Kitchen Set
Perabot dapur modular yang dirancang sesuai kebutuhan ruang.
Klasik Modern
Gaya desain yang menggabungkan elemen klasik dengan sentuhan modern.
Konsep Open Space
Desain ruang terbuka tanpa banyak sekat.
L
Landscape
Penataan area luar bangunan seperti taman, jalur pedestrian, dan elemen hijau.
Lapisan Finishing
Lapisan akhir yang diaplikasikan pada permukaan material untuk memberikan tampilan estetis, perlindungan, dan tekstur tertentu.
Layout
Tata letak atau denah pengaturan ruang, perabot, dan sirkulasi dalam sebuah bangunan.
Loft
Ruang tinggal dengan langit-langit tinggi, biasanya bekas bangunan industri yang dikonversi, sering menggunakan lantai mezanin untuk memaksimalkan ruang vertikal. Bisa juga diartikan ruang terbuka dengan plafon tinggi yang biasanya menggabungkan beberapa fungsi dalam satu area.
Lighting
Pengaturan pencahayaan alami maupun buatan dalam desain.
Living Room
Ruang tamu atau ruang keluarga.
M
Marble / Marmer
Material batu alam mewah yang sering digunakan pada lantai dan dinding. Batuan ini merupakan batuan metamorf berupa batu kapur yang telah mengalami proses panas dan tekanan tinggi, menghasilkan pola urat yang unik dan tampilan mewah.
Maximalisme
Pendekatan desain yang merayakan kelimpahan - warna-warna kaya, pola berlapis, dan koleksi objek dekoratif - sebagai ekspresi kepribadian yang berani.
Mid-Century Modern
Gaya yang populer pada 1940-1970-an, dicirikan oleh garis-garis bersih, bentuk organik, kombinasi material alami dan sintetis, serta fungsionalitas tinggi.
Minimalist Style
Gaya desain dengan prinsip sederhana, fungsional, dan minim dekorasi dengan mengurangi elemen ke esensial terkecilnya - warna netral, garis bersih, dan ruang terbuka.
Mezzanine
Lantai tambahan di antara dua lantai utama (lantai tambahan yang dibangun diantara lantai utama dan langit-langit pada ruang dengan ketinggian yang cukup, menambah area fungsional tanpa memperluas tapak bangunan).
Mood Board
Kumpulan referensi visual untuk menentukan konsep desain, berbentuk kolase visual berupa gambar, sampel material, palet warna, dan referensi gaya yang disusun untuk mengkomunikasikan konsep desain sebelum realisasi.
Monokrom
Konsep warna dengan dominasi satu warna dan turunannya.
Mosaic
Seni dekoratif yang dibuat dari kepingan-kepingan kecil material seperti keramik, kaca, atau batu yang disusun membentuk pola atau gambar.
N
Natural Lighting
Pencahayaan alami dari sinar matahari.
Natural Stone
Material batu alam seperti granit, marmer, travertin, dan slate yang digunakan sebagai lantai, dinding, atau permukaan kerja karena keindahan dan ketahanannya.
Nook
Pojok atau cerukan kecil dalam sebuah ruangan yang dimanfaatkan sebagai area baca, duduk santai, atau penyimpanan yang nyaman.
Niche
Cekungan pada dinding yang digunakan untuk dekorasi atau penyimpanan.
O
Open Plan
Konsep tata ruang terbuka tanpa banyak pembatas, menciptakan kesan luas dan aliran sosial yang bebas.
Ornamen
Elemen dekoratif yang ditambahkan pada permukaan arsitektur atau furnitur untuk memperindah tampilan tanpa fungsi struktural yang esensial.
Outdoor Living
Area luar rumah yang dirancang nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
P
Pantry
Ruang atau lemari khusus yang letaknya dekat dengan dapur atau ruang makan, berfungsi untuk menyimpan bahan makanan, minuman, dan peralatan dapur. Bisa juga merujuk pada dapur bersih.
Parket
Lantai yang terbuat dari potongan kayu yang disusun dalam pola geometris tertentu, memberikan kehangatan dan estetika alami pada ruangan.
Partisi
Pembatas ruangan non permanen.
Pendant Lamp
Lampu gantung dekoratif.
Pergola
Struktur taman berupa rangka terbuka dengan tiang-tiang vertikal dan balok horizontal, sering ditumbuhi tanaman rambat untuk menciptakan area teduh di luar ruangan.
Pivot Door
Pintu yang berputar pada poros vertikal yang terletak di tengah atau mendekati tengah pintu, menciptakan kesan arsitektural yang dramatis.
Plafon
- Penutup bagian atas interior ruangan.
- Lapisan penutup langit-langit ruangan yang dapat berupa material gypsum, kayu, atau beton, berfungsi estetis sekaligus menyembunyikan instalasi di atasnya.
Plester
Campuran semen, pasir, dan air yang diaplikasikan pada dinding bata atau batako untuk meratakan permukaan sebelum dicat atau difinishing.
Pop Ceiling
Plafon dekoratif dengan bentuk bertingkat.
Proporsi
Hubungan ukuran yang harmonis antara berbagai elemen dalam sebuah ruangan -furnitur, bukaan, dan ruang kosong- untuk menciptakan keseimbangan visual.
R
Railing
Pengaman berupa pegangan atau pagar pada tangga, balkon, dan tepi lantai yang terbuka, dengan fungsi keselamatan sekaligus elemen dekoratif.
Rustic Style
Gaya desain yang mengusung keindahan kasar dan alami, menggunakan material seperti kayu tua, batu bata ekspos, dan logam berkarat untuk menciptakan nuansa pedesaan yang hangat.
Rooftop
Area atap yang dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas.
Roseton
Ornamen berbentuk lingkaran seperti mawar, biasanya ditemukan pada langit-langit atau sebagai titik pemasangan lampu gantung sebagai focal point dekoratif.
Roster
Batu bata berongga (bisa dari beton, tanah liat, atau kayu) yang disusun untuk membentuk partisi atau dinding, berfungsi utama sebagai lubang ventilasi dan pencahayaan sambil tetap menjaga privasi.
S
Scandinavian Style
Gaya desain dari negara-negara Nordik/Skandinavia yang mengutamakan fungsi, warna terang, palet warna netral, material alami, dan keindahan dalam kesederhanaan.
Secondary Skin
Lapisan tambahan pada fasad untuk mengurangi panas matahari.
Semi Outdoor
Area transisi antara ruang dalam dan luar.
Smart Home
Konsep rumah dengan sistem otomatisasi teknologi.
Sunken Living Room
Ruang keluarga yang dibuat lebih rendah dari lantai utama.
Sightline
Garis pandang visual dari satu titik ke titik lain dalam sebuah ruangan atau antar ruangan, yang mempengaruhi perasaan luas, kedalaman, dan keterbukaan.
Skylight
Jendela yang dipasang pada atap atau langit-langit untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam ruangan dari atas.
Split Level
Konsep desain rumah dimana ketinggian lantai pada satu tingkat tidak sejajar, melainkan terbagi menjadi beberapa level dengan perbedaan ketinggian yag tidak terlalu ekstrim (biasanya dihubungkan dengan beberapa anak tangga pendek).
Statement Piece
Satu objek furnitur atau dekorasi yang menjadi titik fokus utama dalam sebuah ruangan karena ukuran, bentuk, atau warnanya yang menonjol.
T
Terrace (Teras)
- Area depan atau belakang rumah untuk bersantai.
- Area semi-luar yang terhubung langsung dengan interior rumah, berfungsi sebagai transisi antara ruang dalam dan taman atau halaman.
Terrazo
Material lantai komposit yang terbuat dari pecahan marmer, granit, atau kaca yang dicampur semen, menghasilkan pola organik yang unik dan estetik.
Texture
Karakter permukaan material yang memberikan efek visual dan sentuhan.
Transitional Style
Gaya yang memadukan elemen tradisional dan kontemporer secara seimbang, cocok bagi yang ingin keanggunan klasik namun tetap terasa modern.
Travertin
Jenis batu kapur berurat yang terbentuk dari endapan mineral, berciri khas lubang-lubang alami pada permukaannya, sering dipakai untuk lantai dan dinding mewah.
Tropical Style
Gaya desain yang cocok untuk iklim tropis dengan ventilasi dan pencahayaan maksimal.
U
Underlayment
Lapisan perantara yang dipasang di bawah lantai utama untuk memberikan peredaman suara, isolasi termal, dan alas yang rata.
Upholstery
Material pelapis furnitur seperti sofa, kursi, atau headboard -meliput kain, busa, dan per- yang menentukan kenyamanan dan estetika furnitur.
V
Ventilasi Silang
Sistem sirkulasi udara alami dari dua sisi bangunan.
Vernakular
Arsitektur yang berkembang dari tradisi lokal suatu daerah, menggunakan material setempat dan merespons iklim serta budaya lokal secara organik.
Vinyl Flooring
Material pelapis lantai sintetis yang menyerupai kayu atau batu.
Void
Ruang kosong vertikal dalam sebuah bangunan yang menembus lebih dari satu lantai, menciptakan kesan dramatis dan memungkinkan sirkulasi cahaya serta udara.
W
Wabi-Sabi
Filosofi estetika Jepang yang menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan, kefanaan, dan ketidaklengkapan -merayakan material alami yang menua dengan anggun.
Walk-in Closet
Ruang khusus yang berukuran cukup besar untuk dapat dimasuki, dirancang khusus untuk menyimpan pakaian, sepatu, dan aksesoris.
Wallcovering
Material yang digunakan untuk melapisi dinding selain cat, termasuk wallpaper, kain, panel kayu, atau panel tekstil dekoratif.
Wall Panel
Lapisan dekoratif pada dinding.
Warm Lighting
Pencahayaan dengan suhu warna rendah (2700K-3000K) yang memancarkan cahaya kekuningan, menciptakan suasana nyaman, intim, dan hangat.
Warm White
Warna pencahayaan lampu bernuansa hangat kekuningan.
Window Treatment
Pengaturan dekorasi jendela seperti tirai atau blinds.
Z
Zen
Gaya desain yang terinspirasi filosofi Buddha Zen, mengutamakan ketenangan, kesederhanaan, material alami, dan keseimbangan untuk menciptakan ruang meditasi.
Zoning
Teknik membagi satu ruangan besar menjadi beberapa area fungsional yang berbeda menggunakan karpet, furnitur, pencahayaan, atau perubahan level lantai.